Minggu, 06 Januari 2013

Mandi Mesum Air Makam


 Mandi Mesum Air Makam
Usai hubungan intim, suami istri mandi (junub) dengan air PAM. Tapi kalau mandinya pasangan mesum, cukuplah air makam! Begitulah lakon yang dialami pasangan selingkuh Usman (bukan nama sebenarnya) – Aida (bukan nama sebenarnya), dari Langsa, Aceh. Biar crindil (basah kuyup) dan kedinginan ini masih lumayan, daripada dihukum cambuk.
 
Seks di luar jalur resmi agaknya sudah jadi hobi banyak kalangan. Tak hanya di kota-kota besar Pulau Jawa, di Aceh Timur yang merupakan kota agamis saja, masih ada juga warga yang berani mengikuti bujukan setan. Padahal yang namanya selingkuh di “serambi”-nya Mekah, bisa kena sanksi hukum cambuk. Bayangkan, enaknya tak seberapa lama, tapi harus dibayar pantat bilur-pilur oleh lecutan cambuk yang menari-nari.

Agaknya Aida, 28, perempuan muda yang tak peduli atau memang belum tahu sanksi itu. Di kala kesepian karena suami sudah lama menelantarkannya, tanpa ragu dia berkoalisi dengan lelaki lain demi memburu kenikmatan sesaat. Waktu dan tempatnya pun asal-asalan saja. Bukan di hotel atau rumah bordil, tapi di rumah sendiri, bahkan di siang hari pula. “Jangan hanya bioskop, selingkuh pun bisa mathine (main siang)….,” kata setan memberi semangat.

Rumahtangga keluarga dari Gampong PB Blang Pase, Langsa Kota, Aceh Timur ini memang sedang dilanda gonjang-ganjing. Sudah lebih dari setahun suami meninggalkan dirinya, bersama tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Soal urusan perut, masih bisa bergantung pada orangtuanya. Tapi soal yang di bawah perut? Wah, ini yang paling repot. Soalnya, meski tempatnya sangat nyempil, tapi menjadi demikian musykil jika tak diatasi secara prinsipil.

Kebetulan Aida juga bukan sosok yang berwajah kodian, sehingga meski sudah beranak tiga masih memiliki daya tarik istimewa. Sekali melihat bodi dan penampilan wanita semi janda ini, siapapun lelakinya pasti kepengin ngajak berkoalisi. Koalisi dengan kontrak politik istimewa hayo, koalisi tanpa ikatan apa-apa pun juga hayo. Pokoknya, dengan koalisi ini segera bisa dilanjutkan dengan eksekusi, dalam rangka kerjasama nirlaba.

Adalah anak muda bernama Usman, 25. Dia langsung terpesona begitu Ny. Aida memberikan sinyal-sinyal cinta. Maka ketika diajak main ke rumah dan kemudian diajak “main” di atas ranjang, langsung saja nyosor dia. Maklum, ini pengalaman baru sepanjang hidupnya. Di kala sekolah di SMA, bahkan di bangku perguruan tinggi sekalipun, tak pernah Usman menerima “pelajaran” seperti ini.

Karenanya, setiap Aida memberi “pelajaran” itu di rumahnya, dia selalu rajin mengikuti, meski tak bakal keluar dalam Ujian Nasional. Sampai kemudian hal ini menjadi titik perhatian para tetangga Aida. Mereka heran, kenapa asal pulang dari bepergian, wanita semi janda itu selalu membawa lelaki muda. Itupun sosoknya berganti-ganti. Dari yang tinggi jangkung, sampai yang bertubuh sedang. “Ah, siapa tahu itu sekedar audisi calon suami,” kata tetangga yang mencoba positif thinking.

Nah, karena sosok lelaki muda itu selalu berganti-ganti, warga menjadi curiga bahwa Aida sengaja hendak mau mengotori kampung sendiri. Maka beberapa hari lalu, saat di siang bolong Aida membawa lelaki muda, penggerebekan pun dilakukan. Tak salah dugaan itu, karena keduanya didapatkan baru saja selesai berhubungan intim bak suami istri. Marahlah segenap warga.

Keduanya segera dibawa ke tengah makam di pinggiran desa. Bila suami istri habis berjimak mandi air PAM,  kini Usman – Aida mau dimandikan dengan air sumur di makam. Percuma saja mereka berontak, karena warga silih berganti mengguyur mereka dengan ember plastik sehingga tubuhnya menggigil kedinginan. Kata warga, ini lebih ringan daripada urusannya sampai ke tangan polisi.

Dingin-dingin nggak apa, daripada pantat pedes kena cambuk. (JPNN/Gunarso TS)
 
Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Sabtu, 05 Januari 2013

Debut Asmara Juragan Sepatu

Debut Asmara Juragan Sepatu
SEBAGAI pengusaha sepatu, Halim, 36 (bukan nama sebenarnya), tak hanya tahu ukuran sepatu orang. Bahkan, dari bentuk kaki dan cara berjalan seseorang, dia bisa pula memprediksi kelakuan pemiliknya. Nah, ketika melihat Ny. Hartatik, 32 (bukan nama sebenarnya), tetangga sendiri suka berjalan jinjit, langsung saja diselingkuhi dengan gegap gempita.

Perempuan suka sepatu jinjit, karena itu konon bisa ikut membentuk kaki menjadi lebih bagus, mbunting padi misalnya. Tapi bagi “psikolog” amatiran Halim, yang sehari-harinya sebagai pengusaha sepatu, wanita yang suka berjalan jinjit justru bisa bermakna lain. Katanya, perempuan suka berjalan jinjit, itu menandakan bahwa dia berjiwa penuh kehatia-hatian. Kehati-hatian yang bagaimana? Ya karena takut ulahnya: Oo, oo……  ketahuan ………..

Ny. Hartatik warga Desa Jampirogo Kecamatan Sooka Kabupaten Mojokerto, belakangan suka berjalan jinjit. Keluar dari rumahnya malam-malam, lalu berjalan jinjit sambil mengendap-endap, langsung masuk ke rumah tetangga tak jauh dari rumahnya. Satu jam kemudian, dia keluar dari rumah itu sambil berjalan jinjit pula. Tapi dari wajahnya nampak ada rasa puas dan kebahagiaan, karena habis entuk-entukan!

Halim juragan sepatu dari Desa Jampirogo, tahu persis segala gerakan wanita itu. Soalnya, Ny. Hartatik tersebut berjingkat-jingkat seperti itu justru dalam rangka masuk ke dalam rumah Halim sendiri. Ketika wanita itu sudah berada di dalam, pintu segera dikunci kuat-kuat, dan keduanya pun segera pesta dalam asmara pria – wanita. Satu jam kemudian,  ketika Hartatik sudah memperoleh segalanya, dia pulang ke rumah sambil menerima pemberian uang dari Halim. Langkahnya tak berubah, jinjit dan berjingkat, karena takut ketahuan suami.

Ya, Hartatik memang punya suami, Wagiman, 40 (bukan nama sebenarnya). Kebetulan suaminya tersebut anak buah atau karyawan Halim dalam berbisnis sepatu. Tapi karena penghasilan tak memadai, Hartatik suka menerima bantuan ekonomi dari Halim yang bos suaminya. Namun sebagai pebisnis, mana mau pengusaha ini jadi Departemen Sosial. Jadi, kalau ada bantuan materil, juga harus dibalas dengan onderdil!

Istri Wagiman ini memang lumayan cantik, putih dan berbetis mbunting padi pula. Sebetulnya sudah lama Halim naksir wanita itu, tapi sayang milik anak buah sendiri. Masak, bos kok nglungsur (menggantikan) bekas anah buah? Apa kata orang nanti? Maka walaupun nafsu, ya nggak boleh kesusu. Prinsipnya, jikalau memang milik, pasti ada jalan keluarnya. “Kalau ukurannya pas, pasti masuk kakiku juga,” kata Halim berdasarkan kacamata profesi.

Memangnya Halim belum punya istri, sehingga jadi lelaki subita (suka bini tetangga)? Ada memang, tapi dulu. Gara-gara suami suka main perempuan, sang nyonya memang langsung minta cerai. Nah, dalam kapastitas sebagai duda itu pula, kini Halim berusaha menelateni istri tetangga sendiri.

Hartatik yang selalu kesulitan ekonomi, secara berkala suka ngutang duit pada juragan sepatu itu. Halim senang-senang saja membantu, karena memang ada tujuan politik tertentu. Sekian kali dibantu dan tak pernah mau dikembalikan, sungguh Hartatik lama-lama merasa berutang budi. Maka ketika kemudian Halim minta dilayani bak suami istri, dia tak bisa berkutik. Akhirnya, Hartatik pun bertekuk lutut dan berbuka paha demi membalas budi itu dengan bodi.

Nah, di kala bentuk kaki Hartatik semakin bagus karena kebanyakan dibuat jinjit ke rumah sang juragan, warga mulai mencurigai ulahnya. Maka, beberapa malam lalu, ketika istri Wagiman ini menjalani sistem “jemput bola” ke rumah Halim, penggerebekan segera dilakukan. Mereka tak bisa berkutik, karena tertangkap basah dalam kondisi bugil dalam kamar. Malam itu juga disidangkan di balai desa, dengan keputusan Wagiman siap menceraikan istri untuk dinikahi bos sendiri.

Bagaimana Lim, ukurannya pas? Jangan sampai lecet lho…! (TJ/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Jumat, 04 Januari 2013

Gendong Anak Apa WIL

Gendong Anak Apa WIL
Hidup Subianto, 30 (bukan nama sebenarnya), benar-benar bak lebai malang. Sementara istri tercinta jadi TKI di Singapura, WIL-nya juga pergi ke Jakarta mencari kerja. Lalu dia di Cilacap suruh ngapain? Momong bayi yang ditinggalkan istri? Ogah! Enakan “gendong” WIL daripada gendong bayi. Tapi WIL yang mana pula? Stress memikirkan dirinya yang kesepian, Subianto nekad gantung diri bersama bayinya.
 
Bagi pria dewasa, istri tak ubahnya air bagi ikan. Ikan bisa mati tanpa air. Begitu pula lelaki, tanpa istri bisa mati kedinginan. Maka sejak wanita banyak diekspor jadi babu oleh rintisan Menaker Sudomo di tahun 1983, banyak lelaki yang “tabrak sana tabrak sini” karena tak tahan mati kedinginan. Maka meskipun TKI/TKW digelari pahlawan devisa, sebetulnya di sisi lain banyak suami di tanah air yang mengalami devisit moral.

Sampel terakhir mungkin Subianto dari Desa Karangtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap (Jateng). Di kala usia demikian muda dan enerjik, dia harus dipisahkan dari istri, gara-gara memburu dollar Singapura. Paling celaka, di rumah dia dibebani tugas baru sebagai “baby siter”, karena saat sang istri berangkat ke Negeri Singa ninggal bayi usia 1 bulan. Dan ini pula yang selalu dipertanyakannya, seperti apa sistem rekrutmen TKI/TKW ini? Masa iya sih, wanita ninggal bayi merah diberangkatkan juga.

Ya, sejak istri jadi TKI, Subianto benar-benar jadi “baby siter” tanpa bayaran. Mandikan bayi, menyuapi makan, ganti popok dan menggendong ke sana kemari; itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Bila si Upik menangis, Subianto pun langsung menghibur dengan lagu-lagu yang diketahuinya. “Timang timang, anakku sayang, buah hati ayah ‘nda seorang, jangan marah dan jangan merajuk sayang, jikalau bapak kesal kamu kutendang………..”

Dua bulan jadi “baby siter” amatiran, Subianto kenal cewek baru, namanya Narti. Dia masih tetangga desa juga. Dia begitu perhatian pada si bayi, sehingga sering pula dia membantu momong. Bahkan ketika hubungan itu sudah semakin akrab, Subianto yang kesepian mencoba gantian menggendong bayi Narti kelahiran 23 tahun lalu. Ternyata yang “digendong” tak keberatan juga, sehingga Subianto pun semakin mbagusi macam Mbah Surip almarhum. “Tak gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana, I love you full…..,” ujar Subianto yang sudah beberapa kali “nggendong” Sunarti.

Ketika Narti sudah menjadi WIL-nya, hidup Subianto tak merasa kesepian lagi. Tapi dasar nasib, baru sebulan bertabur asmara, mendadak Sunarti pamitan bahwa dapat pekerjaan baru di Jakarta. Ingin sebetulnya Subianto melarang, tapi tak kuasa. Maka ketika sang WIL benar-benar meninggalkannya, dia hanya bisa berurai air mata. Inilah patah hati kali pertama sepanjang hidupnya.

Seminggu ditinggal WIL, dan kini harus bergelut jadi “baby siter” kembali, sungguh membuat diri Subianto stress berkepanjangan. Kenapa Tuhan menciptakan dirinya jadi “lebai malang”? Ingin dia bunuh diri, tapi anak semata wayangnya siapa yang ngurus? Pusing tak memperoleh solusi, akhirnya Subianto memilih menggantung si Upik di kamar. Habis itu dia menyusul gantung diri pula di sampingnya. Jadilah ayah dan anak kompak kembali ke alam baka. Tinggalah keluarga Subianto yang kelabakan dibuatnya.

Dimakamkan satu liang lahat, nggak? (HS/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Kamis, 03 Januari 2013

Istri “Tempur” Sendiri

Istri “Tempur” Sendiri
SUNGGUH  keterlaluan Jamilah, 27 (bukan nama sebenarnya), ini. Ditinggal suami ke rumah orangtua di Tempursari (Lumajang), eh di rumah malah “tempur” sendiri bersama PIL-nya. Namun sial nasib Kamilan, 26 (bukan nama sebenarnya), sebagai penjahat kelamin. Saat mandi bersama dengan gendakan, kepergok suami Jamilah. Kontan tangannya dibabat clurit hingga putus.

Pengangguran itu jadi bantalnya setan, begitu kata orangtua. Tak meleset memang. Sebab di kala orang bengong sendiri dengan perut kosong, ide-ide ngaco sering dihembuskan setan. Tapi, pengangguran juga sering mengancam kelestarian sebuah rumah tangga. Gara-gara suami hanya mampu masok onderdil bukan materil, banyak istri yang kemudian tergoda iman, lalu “si imin” lelaki lain masuk dan mengacak-acak bahtera keluarganya.

Jamilah warga kota Lumajang, ingin memiliki suami yang perkasa di segala bidang. Perkasa di atas ranjang, juga perkasa mencari peluang. Maksudnya, ketika terkena PHK dari kantornya, segera mencari peluang bekerja di perusahaan lain. Tapi yang terjadi, setelah kena PHK Mursid, 30 (bukan nama sebenarnya), malah asyik dengan kepenganggurannya. Malas cari pekerjaan, ekonomi keluarganya lalu mengandalkan dana talangan dari orangtuanya di Desa dan Kecamatan Tempursari.

Sebagai istri, tentu saja Jamilah malu punya suami jadi benalu keluarga. Dia sudah mendorong agar cari gebrakan baru, kerja apa saja kek. Tapi jawab Mursid, memangnya cari kerja itu gampang? Bahkan katanya, selagi orangtuanya masih mampu membiayai, jangan terlalu dipikirkan. ”Kamu jadi perempuan tahunya mamah dan mlumah sajalah…..,” kata Mursid selalu.

Wah, sejak itu popularitas Mursid menjadi makin merosot di mata Jamilah. Jika disurvei LSI (Lembaga Survei Indonesia) misalnya, dulu waktu pacaran 100 persen, karena membangun citra terus. Setelah menikah tinggal 80 persen, setelah punya anak turun lagi tinggal 75 persen. Tapi gara-gara gak mau cari kerja, tinggalah 50 persen. Sejak itu juga Jamilah berpikir mau menjalin koalisi dengan lelaki lain, barangkali bisa jadi mitra koalisi permanen, paling tidak sampai tahun 2014 besok.

Pria mitra koalisi baru itu adalah Kamilan, tetangganya sendiri. Karena Jamilah ini cukup cantik dan seksi, Kamilan mau saja jadi “cemilan” bini tetangga. Dan itulah memang yang terjadi. Di kala suami pergi ke rumah orangtuanya di Tempursari, Kamilan diajak Jamilah “bertempur” di dalam kamar. Selesai bersetubuh sebagaimana layaknya suami istri, keduanya lalu mandi bersama tanpa ragu. Saling gosok, saling guyur, pendek kata macam iklan sabun Lifebuoy.

Nah, beberapa hari lalu  Mursid dari rumah orangtuanya menelpon sang istri. Tapi tak diangkat karena sedang “ketanggungan” bersama Kamilan. Takut ada apa-apa, pria pengangguran ini bergegas pulang ke rumah. Alangkah kagetnya dia, karena di rumah mendapatkan Jamilah istrinya sedang mandi bugil bersama Kamilan tetangganya. Dari situ sudah bisa dibaca, apa saja yang terjadi selama ini. Tak terima istri yang telah memberinya satu anak ini dicemplak lelaki lain, langsung saja dia ambil clurit. Begitu Kamilan keluar dari kamar mandi, langsung dibabat tangannya hingga putus. Sementara PIL istrinya masuk rumahsakit, Mursid ditangkap polisi setelah sempat buron ke Blitar.

Ini semua garagara istri tangkap “burung” tetangga.
 (DS/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Rabu, 02 Januari 2013

Ternyata Malah Nambah

Ternyata Malah Nambah
Kasihan sungguh nasib gadis Zulaikha, 19 (bukan nama sebenarnya). Digauli paksa sekali saja sakitnya bukan main, eh pak guru Subron, 42 (bukan nama sebenarnya),  malam-malem telepon ngajak ketemu. Dikiranya mau minta maaf, eh……malah minta nambah! Jadilah dia diperkosa dua kali oleh guru ngajinya dalam seminggu.
 
Untuk sekian kalinya terbukti bahwa guru ngaji belum tentu imannya tahan uji. Padahal mustinya, sebagai ustadz dia lebih tahu mana jalan ke surga dan mana pula jalan ke neraka. Tapi ketika sang ustadz ketemu setan anggota Satgas Penggoda Iman, dia jadi lupa segalanya. Hanya karena mengejar “surga dunia” banyak yang kemudian melupakan surga di alam sana. Pak ustadz lupa bahwa hidup di dunia itu hanya sekedar “mampir ngombe” kata orang Jawa.

Adalah Subron, guru ngaji di sebuah pesantren di Sungai Cina, kota Ketapang, Kalimantan Barat. Dia memiliki sejumlah santri wanita, yang rata-rata cantik ala Zaskia Meka pesinetron Para Pencari Tuhan. Nah, salah satu muridnya yang bernama Zulaikha, kebetulan berwajah cantik luar biasa. Sesuai namanya, mungkin dia mirip Siti Zulaikha istri Perdana Mentri Mesir yang jatuh hati pada Nabi Jusuf. Karena kecantikan muridnya itulah, pendulum ustadz Subron langsung kontak, blip….blip……

Sesungguhnya ada pertentangan batin dalam dirinya, antara komisi hati nurani dan komisi setan. Komisi hati nurani dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) mengajak Subron melupakan gadis itu, karena sudah memiliki istri dan anak. Taruhlah istri rela dimadu. Tapi dengan kondisi ekonomi ustadz yang biasa-biasa saja, berpoligami sama saja menambah masalah. “Poligami harus kuat materil, bukan saja onderdil,” kata komisi hati nurani.

Tapi komisi setan dengan juru bicaranya Dahri Hambyah menentang keras argumen komisi hati nurani. Katanya, mengaitkan materil dan onderdil untuk poligami, itu sama sekali tak ada relevansinya. Alasannya, keinginan poligami mayoritas atas dasar dorongan nafsu. Padahal bila bicara soal nafsu, orang tak pernah mengukur diri dengan kemampuan ekonomi. Biar melarat, yang penting nikmat. Tapi jika kemudian Sdr. Subron ragu untuk poligami, komisi setan menganjurkan untuk selingkuh saja!

Gara-gara solusi gila komisi setan, komisi hati nurani memilih walk out. Dan kemudian ditetapkanlah, selaku mandataris setan Subron bermaksud menyelingkuhi Zulaikha murid santrinya. Jika kemudian si gadis nan jelita itu menolak juga, lagi-lagi setan memberikan disposisi: ole-ole kota raja, kalau nggak boleh ya diperkosa saja!

Sejak itu ustadz Subron tak bisa lagi konsentrasi mengajar. Karena pikirannya penuh dengan strategi bagaimana Zulaikha siap bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Di kala jauh dari teman-teman yang lain, pak guru mulai cengengas-cengenges mendekati. Tapi Zulaikha memang acuh saja, karena sama sekali tak memahami aspirasi urusan bawah guru ngajinya. Lama-lama setan yang mengendors tekad Subron sampai mengancam, sudah 100 hari kerja menjadi pemegang mandataris setan, kok hasilnya nol. “Ente jangan sibuk membangun citra ya?” tegur setan kesal.

Yakin bahwa Zulaikha tak meladeni nafsunya, Subron yang sudah terbelenggu setan jadi benar-benar nekad. Dalam sebuah kesempatan, murid santri itu diperkosa, wush wush! Lho, kok uenak tenan? Maka lain hari lagi tengah malam, dia SMS Zulaikha agar menemuinya di WC umum. Dikiranya Pak Guru mau minta maaf, meski sudah pukul 24.00 dia nekad datang juga menemuinya. Padahal, bukan minta maaf atas semua salah, justru malah. Sambil berdiri, untuk kedua kalinya Subron menggagahi muridnya.

Pulanglah Zulaikha dengan termehek-mehek. Gila nggak, luka tembak yang kemarin saja belum sembuh, sudah ditembak lagi, kok seperti Muamar Khadafi saja. Maka sesampainya di rumah dia segera mengadu pada orangtuanya, tentang segala kelakuan buruk guru ngajinya. Maka malam itu juga oknum ustadz ini dilaporkan ke Polsek Ketapang dan langsung ditangkap. Ironisnya, dalam pemeriksaan Subron membantah telah memperkosa santrinya.

Lalu, malem-malem di WC bersama santri, mau ngapain? 
(JPNN/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Selasa, 01 Januari 2013

Jururawat Rindu Injeksi

Jururawat Rindu Injeksi
Sebagai jururawat muda nan cantik, ditinggal mati suami 2 tahun lalu sungguh kesepian. Maka ketika seorang pemuda siap memberikan “injeksi” pengobat rindu, langsung saja Ny. Siti Maryati, 27 (bukan nama sebenarnya), bertekuk lutut dan berbuka paha. Padahal, baru beberapa kali menikmati asyiknya hubungan terlarang, sudah digerebek warga.
 
Siapapun takkan siap menjadi janda di kala usia perkawinan masih sangat muda. Tapi jika garis Allah Swt memang demikian, ummat tak bisa berkelit. Maka tak mengherankan, baru menikah 2-3 tahun, mendadak bercerai akibat kematian suami. Jadilah wanita itu menyandang predikat janda. Dalam kondisi itu, dia bukan saja kehilangan cinta suami, tapi juga kehilangan pula sumber penghidupan yang selama ini sangat diandalkan.

Siti Maryati warga Desa Talkadang, Kecamatan Kota, Situbondo (Jatim), termasuk wanita bernasib malang itu. Sudah dua tahun ini dia menyandang status janda, akibat ditinggal mati muda suami. Untungnya, dia punya ijazah keperawatan, sehingga meski masih tenaga honorer bisa dipekerjakan di Puskesmas Arjasa. Sesuai namanya, dia membantu pekerjaan dokter, termasuk menyuntik pasien.

Soal nafkah sehari-hari Siti Maryati memang tak menjadi masalah. Yang menjadi persolan, adalah nafkah di bawah perut. Biasanya seminggu minimal dipasok 2 kali, kini hampir 2 tahun ngaplo (bengong). Bagaimana solusinya? Sungguh ironis memang, tiap hari dia menginjeksi pasien, tapi dia sendiri sudah lama tak pernah “diinjeksi”. Andaikan ayam, pasti sudah kelabakan ke sana kemari, terbang ke meja, pindah lagi ke almari. Petok, petok, petok…….

Siti Maryati sangat sadar akan kelebihan pisiknya. Maka ketika dia kenal dengan  Heru, 25 (bukan nama sebenarnya), warga Kelurahan Dawuhan, dia mengarahkan agar pemuda itu mau mengisi hari-hari sepinya. Sekali waktu anak muda itu bercerita bahwa pernah naik pesawat Citilink milik Garuda dari Surabaya ke Jakarta. Dengan cepat jururawat kesepian itu menukas. “Enakan  naik Siti Maryati….,” bisiknya sambil mencubit Heru.

Haaa? Sebagai anak muda yang belum berpengalaman, ditawari soal begituan, tentu saja ingin menjajal, apa lagi Siti Maryati ini juga cukup cantik. Maka sejak itu Heru sering main ke rumah si janda hingga larut malam. Seperti tawaran tuan rumah, Heru memang diminta memuaskan libidonya yang selama ini terhambat. Dan benar kata Siti Maryati, naik Citilink tak ada apa-apanya dibanding yang beginian.

Entah berapa kali Heru melayani kebutuhan biologis si janda, lama-lama tercium warga. Penduduk tentu saja tak mau kampungnya dijadikan arena mesum, sehingga pasangan dimabuk asmara itu digerebek. Keduanya lalu disidangkan di balai desa. Keputusannya, daripada menjadi ajang zina berkelanjuytan, keduanya harus menikah. “Saya memang mencintai Siti, maka tak keberatan. Tapi saya mau ijin orangtua dulu,” kata Heru.

Yaah, minta dilamarkan dan dibayari maharnya, kan? (ZB/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE