Senin, 31 Desember 2012

Suami Pemakan Segala

Suami Pemakan Segala
Agaknya Dadang, 45 (bukan nama sebenarnya), memang termasuk lelaki pemakan segala. Tak ada istri, anak tiri doyan juga. Maka ketika sang istri, Atikah, 40 (bukan nama sebenarnya), bekerja jadi TKI di Arab Saudi, Maisaroh, 18 (bukan nama sebenarnya), anak tirinya, digarap juga hingga hamil. Gara-gara jadi suami rakus tersebut, Dadang kini meringkuk di Polsek Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
 
Tidaklah banyak kaum suami yang kuat menjalani puasa wanita. Ibadah puasa Ramadan 30 hari, banyak yang mampu, meski warung bertenda di siang hari juga penuh orang. Tapi untuk puasa wanita, ampun deh, banyak tak sanggup. Jangankan puasa wanita bertahun-tahun karena ditinggal istri jadi TKI. Baru istri lampu merah saja, sudah ditengok-tengok melulu macam memeram pisang di tumpukan padi.

Iman sih kuat, tapi “imin” yang nggak sanggup, begitu alasan kaum lelaki, termasuk Dadang warga Desa Cikadu Kecamatan Palabuhanratu. Sejak istrinya berburu real di Arab Saudi, hari-harinya memang terasa sepi. Bayangkan, di kala masih ada Atikah di sampingnya, minimal seminggu 2 kali dia dapat ransum penuh. Tapi kini, dan sudah berlangsung beberapa bulan ini, setiap malam nyaris tanpa kegiatan signifikan. Padahal sebagai lelaki normal yang pernah jadi pasien Mak Erot tentunya, kebutuhan satu itu tak bisa ditinggalkan.

Ketika menikah dengan janda Atikah 8 tahun lalu, dia membayangkan punya istri cukuplah mamah dan mlumah sebagaimana kata orang Jawa. Dengan sekuat tenaga Dadang akan mencari rejeki demi keluarganya. Lalu sesampainya di rumah, selalu disambut ramah oleh istri. Ketika habis makan, sang istri lalu menawari untuk mijit tubuh Dadang yang kecapekan. Nah, dari sanalah semua berawal. Habis mijit, malah gantian mijit. Tapi Dadang melakukannya dengan gembira.

Akan tetapi semua bayangan itu sirna belaka, jauh panggang dari api. Soalnya, Dadang ternyata bukan lelaki cakap mencari rejeki. Ketika usaha dagangnya bangkrut, dia nyaris tak bergerak sama sekali. Untungnya sang istri termasuk wanita “interpreuner” di kelasnya. Begitu suami keduanya tak punya lagi nyali untuk mengubah nasib, dia ambil alih kendali ekonomi. Dengan mengucap bismillah, dia menyatakan diri siap menjadi TKW Arab Saudi.

Hati Dadang sangat trenyuh melihat tekad istrinya. Sebetulnya dia tak rela membiarkan Atikah istrinya berburu real hingga Timur Tengah segala. Tapi apa daya, sebagai kepala keluarga dia memang sudah kehabisan daya untuk mengubah kehidupannya. Maka walau sedih dan pilu, dia harus melepaskan istrinya menjadi pahlawan devisa. “Nggak lama kok Kang, dua tahun lagi juga kembali,” kata Atikah dengan bahasa Indonesia, karena penerjemah bahasa Sunda-nya sudah nggak mau.

Atikah pergi, Dadang mulai hari-hari sepinya. Di rumah kini dia hanya bersama Maisaroh, anak tiri yang merupakan bawaan istri. Untuk keperluan makan, Maisarohlah yang mengurusnya. Tapi untuk yang “makan bawah”, wah ini yang repot. Maklumlah, sejak istrinya pergi, Dadang jadi buas sekali jadi lelaki. Tapi harus ke mana dikonversi. Dan inilah yang kemudian terjadi. Tak tahan lagi menahan birahi, anak tiri itu pun kemudian dipaksa untuk melayani.
Yang namanya setan memang ahli penggoda iman. Sekali berhasil, Dadang jadi ketagihan. Setiap ada peluang, Maisaroh digauli. Celakanya, ketika istri sudah kembali, dia tak bisa menyetop kebiasaan buruk itu. Di kala istri pergi, kembali anak tiri dieksekusi. Dan inilah kemudian yang terjadi. Setelah sekian kali digauli,  Maisaroh pun hamil. Gegerlah warga Cikadu. Berdasarkan pengakuan Maisaroh pula, Dadang tak berkutik saat digelandang ke Polsek Pelabuhan Ratu. “Padahal baru sepuluh kali,” kata Dadang di depan polisi.

Untuk nambah 20 kali ya nggak mungkinlah Dang. (IJ/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Sabtu, 29 Desember 2012

Janda Muda Bergairah

Janda Muda Bergairah
Musibah seseorang, kadang jadi berkah bagi yang lain. Misalnya Makmun, 40 (bukan nama sebenarnya), dari Ponorogo (Jatim) ini. Saat Ny. Anis, 35 (bukan nama sebenarnya),  tetangganya kesripahan (ditinggal mati) suami, itu kan musibah. Tapi perkembangan selanjutnya, justru “berkah” bagi Makmun. Soalnya, janda penuh gairah itu kemudian menawarkan sejuta kenikmatan baginya.
 
Setiap nasihat perkawinan disampaikan pada walimahan, pastilah dikatakan bahwa pasangan pengantin itu menjadi keluarga sakinah, guyub rukun hingga kaken-ninen (kakek nenek), Banyak yang tercapai, tapi banyak pula yang tak kesampaian. Bisa karena perceraian, dapat pula karena mati lebih cepat daripada pasangan tersebut. Otomatis, pasangan yang ditinggalkan akan menyandang status baru, kalau bukan janda ya duda.

Ny. Anis adalah pasangan yang apes dari Desa Beton, Kecamatan Siman, Ponorogo. Baru dua pelita membangun rumahtangga, sang suami dipanggil Sang Khalik. Diapun menyandang status janda muda, dengan “warisan” tiga anak yang masih kecil-kecil. Untung saja almarhum suami seorang PNS, sehingga ada dana pensiun untuk menunjang kehidupan keluarga. Di samping itu, Ny. Anis memang wanita ulet, karena selama ini dia juga punya usaha sampingan.

Ditinggal mati sekian lama, secara ekonomi tidak masalah. Maksudnya, untuk urusan perut sudah teratasi dengan mudah. Tapi yang di bawah perut, inilah yang musykil dan bikin pusing. Saat ada suami, selalu surplus, karena tanpa minta pun selalu dipasok terus. Tapi sekarang? Untuk menikah lagi, sudah kurang peminat. Maklumlah, menikah dengan janda beranak tiga, itu sangat bertentangan dengan prinsip Kantor Pegadaian: mengatasi masalah tapi malah bikin masalah.

Anis sangat menyadari akan posisinya, maka dia tidak terlalu ngaya. Kalau jodoh, takkan lari ke mana-mana. Dia juga tak mau bahwa rumahtangga jilid duanya hanya membahagiakan diri sendiri, tapi menyengsarakan bagi anak-anaknya. Soalnya kan tak banyak lelaki yang butuh emaknya juga perhatian sama anaknya. Mayoritas, ibunya digoyang, anaknya disingkang-singkang (dinistakan).

Adalah Makmun, tetangga depan rumah Ny. Anis. Sebetulnya dia sudah lama jadi pemerhati wanita ini. Ingin sebenarnya menjalin hubungan lebih dalam, sukur-sukur bisa “mendalami”, tapi terhalang oleh status wanita itu, juga status dirinya. Kala itu Anis kan masih punya suami, dan Makmun sendiri juga guru madrasah. Masak guru sekolah agama kok terlibat kasus senior (senang istri orang).

Begitu suami Anis meninggal, rasanya “tembok berlin” itu sudah runtuh. Pelan tapi pasti, diam-diam Makmun mulai mendekati janda depan rumah dalam rangka “pendalaman”. Soal status guru madrasah ibtidaiyah, namanya baru kena godaan setan, apa salahnya? Maka lobi-lobi politik mulai dilancarkan, agar koalisi bersama Ny. Anis  bisa dibangun sampai 2014, dan dilanjutkan dengan eksekusi.

Ny. Anis dengan cepat menangkap aspirasi urusan bawah lelaki tetangganya. Karena selama ini sudah demikian tersiksa menahan gairah, pertimbangan etika dan moral jadi ternafikan. Maka ketika Makmun main ke rumahnya di malam hari disambut dengan gembira. Dan ketika anak-anak sudah tidur, mereka pun “main” bak layaknya suami istri. “Gersang tapi damai,” kata Makmun setelah “entuk-entukan” dari rumah si janda. Maklum, ibarat sawah Ny. Anis kan sudah lama tak dicangkul.

Aktivitas guru madrasah di rumah Ny. Anis lama-lama tercium tetangga. Maka beberapa malam lalu, saat keduanya sedang “ketanggungan” langsung digerebek. Tak ampun lagi keduanya diarak menuju Balai Desa. Warga mendesak Pak Kades agar mengusir keduanya dari desa itu, agar tidak mengotori kampung. Beruntung, sebelum warga bertindak anarkis pada Makmun – Anis, polisi datang dan membawa mereka ke Polres Ponorogo.

Guru madrasah siap poligami nggak? (RN/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Jumat, 28 Desember 2012

Daripada Dituduh Selingkuh

Daripada Dituduh Selingkuh
Ada banyak lelaki, ketika tidak selingkuh tapi dituduh selingkuh, malah pilih selingkuh sekalian. Namun Mohan, 37 (bukan nama sebenarnya), dari Sampit, bukan begitu. Stresss dituduh yang bukan-bukan, memilih mati gantung diri saja. Untung, sebelum nyawa lepas dari badan ketahuan orang.
 
Tiap individu memang selalu berbeda dalam menyikapi persoalan. Politisi, dituduh korupsi memilih kabur keluar negri. Pejabat dituduh makan duit proyek, gantian cari orang lain untuk dijadikan kambing hitam. Lha kalau suami dituduh main perempuan, biasanya sang istri gantian ditempeleng sampai babak belur.

Itulah cara kaum lelaki menunjukkan kekuasaannya di rumah. Tapi untuk Mohan yang sangat sensitip perasaannya, ketika dituduh selingkuh oleh istrinya, dia merasakan bahwa sebagai lelaki sudah tak dipercaya lagi oleh pendamping hidupnya. Selingkuh atau mengkhianati perkawinan, adalah sesuatu yang pernah terpikirkan. Tapi kenapa istrinya tega menuduh demikian? Maka sikapnya kemudian, daripada hidup berputih mata lebih baik mati berkalang tanah.

Keluarga Mohan – Ratna dibangun sejak 10 tahun lalu. Sedari dulu mereka nampak rukun dan damai. Tapi tiba-tiba ada fitnah bahwa saat Mohan pergi ke Sampit sempat menginap di hotel bersama wanita, cari yang sempit-sempit. Celakanya, meski Ratna tak melihat sendiri, dia yakin sekali dengan info itu. Akibatnya, sejak saat itu dia kehilangan kepercayaan pada suami. Dalam berbagai kesempatan dia selalu mengungkit dirinya sebagai lelaki tukang selingkuh.

Andaikan “burung” lelaki ada spedometernya, mungkin Mohan bisa menangkis tuduhan istri lewat angka-angka yang ada di spedometer tersebut. Tadi berangkat tercata sekian kilometer, sewaktu pulang sekian kilometer. Jika ada kelebihan angka yang mencurigakan, patutlah dicurigai. Sebab kelebihan angka tersebut adalah aksi mesum yang dilakukan Mohan.

Hal itu kan tak mungkin ada, dan karena itu pula Mohan selalu kehabisan kata-kata untuk menangkis tuduhan istri. Daripada ribut berkepanjangam dia memilih mengalah. Tapi hatinya sangat sakit, wong punya WIL juga tidak kok dituduh yang enggak-enggak. “Aku tetap setia pada koalisi kita, dan tak pernah nyoblos ke mana-mana, yakin itu,” hanya itu kata-kata yang bisa keluar dari mulut lelaki warga warga Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini.

Agaknya Ratna (bukan nama sebenarnya) terus meyakini segala tuduhannya, dengan prinsip bahwa takkan ada maling yang mau mengaku. Sejak itu dia selalu meledek suaminya sebagai tukang selingkuh terus. Lihat cewek depan rumah, enak saja dia nyindir suami: “Tuh, perempuan itu enak diselingkuhi dan perlu,” kata Ratna. Lain waktu, ketika menawari makan suami, kata-kata menyakitkan kembali terlontar: “He tukang selingkuh, lapar belum?”

Yah, tiap hari disindir-sendir sebagai tukang selingkuh, Mohan jadi frustasi, merasa hidup ini tak ada artinya. Dan klimaknya terjadi beberapa malam lalu. Saat Ratna mau menawari makan suami yang tiduran di kamar, dia melihat tubuh tergantung Mohan di pojok kamar. Ratna pun menjerit, sehingga warga berdatangan. Untung Mohan masih bisa diselamatkan. Dalam kondisi pingsan dia dilarikan ke RS Dr Muryani, dan kini masih menjalani perawatan.

Untung selamat, hampir saja Ratna jadi janda. (JPNN/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Kamis, 27 Desember 2012

Oknum Guru Bertenaga Bima

Oknum Guru Bertenaga Bima
Rupanya oknum guru madrasah dari Bima (NTB) ini benar-benar bertenaga Bima. Siang hari di sela kesibukan mengajar, masih sempat “unjuk tenaga” di losmen bersama Indah, 28 (bukan nama sebenarnya), seorang WIL-nya. Tapi sial, di kala Ridwan, 40 (bukan nama sebenarnya), sedang ketanggungan, eh digerebek polisi. Kaburlah dia dari atap losmen, wush……
 
Ini memang bukan kisah perwayangan. Tapi tahu kan betapa perkasanya Sang Bima Pendawa Lima? Tubuhnya yang tinggi besar, gagah perkasa, banyak ditakuti orang. Belum lagi dengan kuku Pancanaka-nya yang runcing dan panjang itu, bila dibuat nyodet perut orang pasti langsung terburai itu ususnya. Perhatikan pula cara sang Bima berjalan, sekali langkah 10 meter terlewati.  Maka kalau lomba lari cepat tingkat RW di HUT RI, Sang Bima menang melulu.

Nah, Ridwan yang guru Bahasa Arab di sebuah MTs di Kota Bima, tenaganya memang seperti Bima. Dengan “pancanaka”-nya dia biasa menusuk kekasihnya, Indah. Tapi yang jadi korban “kuku” sang Bima malah merasa bahagia dan ketagihan. Kapan saja dia siap “diodet-odet” (disodet). Gara-gara Ridwan, Indah jadi lupa akan jilbab yang selalu dikenakannya. Begitu pula Ridwan, gara-gara Indah dia jadi lupa akan statusnya yang guru di madrasah. “Indah memang bintun jamilun (gadis cantik),” begitu kata Ridwan, lha wong guru Bahasa Arab.

Umur Ridwan yang pas kepala empat, memang masa-masa puber kedua bagi seorang lelaki. Dengan demikian gairahnya selalu melimpah. Tak puas dengan kehidupan “sunah rosul” dengan istri di rumah, mencoba yang haram-haram di luaran. Dan itulah yang terjadi beberapa hari lalu, siang hari oknum guru ini mengajak WIL-nya berkencan ria di losmen Putra Sari di tengah kota. Dan cilakak tiga belas, di kala keduanya di tengah “surga” lapis sembilan, tahu-tahu pintu digedor polisi.

Malu kan, guru madrasah kok digerebek mesum di losmen? Maka Ridwan sang Bima tak mempedulikan gedoran pintu, justru dia mencoba naik ke atap losmen dan loncat, hip…….! Tapi sial, polisi segera menubruknya, dan gagalah Ridwan sebagai pelarian penjahat kelamin. Namun demikian, dia tak juga mengakui segala perbuatannya. Saat ditanya  polisi di TKP, jawabnya khas guru Bahasa Arab: “Kami la ngafa-ngafa (nggak ngapa-ngapa) kok…..”

Akan tetapi Ridwan bersikeras tak mau dibawa ke Polsek. Dia bersikeras bahwa tak berbuat hil-hil yang mustahal. Katanya, di kamar dia hanya duduk-duduk saja dengan Indah. Mereka sengaja masuk losmen semata-mata untuk menyelamatkan diri dari kejaran seorang lelaki yang bermasalah dengannya. Maka Ridwan pun menduga, semua ini hanya jebakan polisi  yang bekerjasama dengan seterunya.

Meski dipaksa, Ridwan tak mau juga dibawa ke Polsek, begitu pula Indah. Saking terlalu keras menarik tangan sang WIL, wanita “bintun jamilun” itupun terjatuh. Nah, di kala polisi menolong Indah, buru-buru oknum guru madrasah Mts Podolo ini melarikan diri. Walhasil polisi hanya bisa menggelandang Indah untuk diperiksa di kantor polisi.

Andaikata polisi nekad menembaknya, jadi apa Ridwan? 
(G/Gunarso Ts)



Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Rabu, 26 Desember 2012

Kakek Usup Berlari-Lari

Kakek Usup Berlari-Lari
Olahraga berlari-lari pagi di usia 60 tahun, sangat dianjurkan. Tapi kalau larinya Usup, 60 (bukan nama sebenarnya), dari Lampung sampai Banten ini beda. Dia bukan lari-lari demi kesehatan, melainkan menghindari kejaran polisi. Maklum, di kampungnya  dia baru bikin kasus, menyetubuhi anak tirinya, Novi, 18 (bukan nama sebenarnya), hingga hamil.
 
Hidup sehat jasmani, rohani dan kantong, menjadi dambaan setiap insan. Tapi tak semua orang bisa menikmati. Ada yang sehat kantongnya, tapi jasmaninya sakit-sakitan melulu. Ada pula yang sehat jasmani dan kantongnya, tapi rokhaninya terganggu. Dan yang dialami orang kebanyakan, sehat jasmani dan rokhani, tapi kantongnya sakit-sakitan. Tiap menjelang tanggal 20 gelisah, karena tagihan listrik dan PAM belum terbayar.

Adalah kakek Usup dari Dusun Kalimati, Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Dalam usia 60 tahun kini, dia masih nampak begitu enerjik, rosa-rosa macam Mbah Maridjan. Penampilannya memang sudah nampak Pepabri, tapi semangat nyamasih Akabri. Makanan tak ada yang dipantang, apa saja doyan, termasuk……makan anak tirinya. Lho kok?

Tidak ada kok-kokan! Dalam usia senja tersebut gairah lelaki Usup memang menyala terus, tak ada pemadaman macam PLN saat di-Dirut-i Dahlan Iskan. Istrinya yang hanya terpaut lebih muda sedikit, sudah kuwalahan melayani. Walhasil “menu” empat sehat lima sempurna kurang diperoleh di rumah. Biasanya seminggu dua kali masih dipasok rutin, kini benar-benar puso hingga musim tanam entah tahun berapa.

Ibaratnya, kaum lelaki itu kan (maaf) seperti kambing juga. Di rumah tak dapat rumput dan dedaunan segar, nekadlah dia nedak ke mana-mana. Mau “jajan” di luaran tidak berani (ongkosnya – Red), dia mulai lirak-lirik pada Novi, anak bawaan daripada istrinya yang dinikahi 10 tahun lalu. Dalam kondisi normal, Usup tak pernah memikirkan gadis itu. Tapi dalam kondisi gawat darurat syahwat, Novi yang berpenampilan biasa itu menjadi demikian istimewa macam iklan minyak goreng.

Ketika rumah sepi, istri dan anak-anak yang lain pergi, mulailah Usup mencoba melaksanakan ambisinya. Di kala Novi sedang tidur siang, langsung saja ditubruknya, hip. Sadar bahwa ada orang menindih tubuhnya, gadis pelajar SMP itu mencoba berontak. Apa lagi setelah tahu bahwa pelakunya adalah ayah tirinya sendiri, dia mencoba mempertahankan aset miliknya yang paling berharga. Tapi apa daya, lantaran kalah kuat, akhirnya skor menjadi 1-0 untuk Novi.

“Awas, jangan bilang siapa siapa, tak bunuh kamu.” Ancam Usup yang sudah berhasil memperoleh apa yang diinginkan. Takut akan ancaman itu, Novi benar-benar patuh pada konsensus. Padahal hal ini justru membuat Usup semakin ketagihan. Soalnya, di lain waktu, ketika situasinya demikian mantap terkendali. Kembalia dia menggauli anak tirinya. Untuk kesekian kalinya pula Novi hanya bisa bertekuk lutut dan berbuka paha.

Hanya 5 atau 6 kali Usup menyetubuhi putri tirinya, tahu-tahu hamil. Takut jadi panjang urusan, diam-diam kakek genit ini meninggalkan rumah entah ke mana. Kala itu istrinya tak tahu bahwa keminggatannya suami sebenarnya berkaitan erat dengan kehamilan Novi. Dia hanya heran ketika beberapa waktu kemudian melihat perut Novi nampak membesar seperti terkena penyakit busung lapar.

Kemudian Novi pun dibawa ke puskesmas. Hasilnya sungguh bikin kaget, karena ternyata gadis itu hamil 4 bulan. Saat ditanya siapa pelakunya, dia langsung sebut nama Usup ayah tirinya. Kontan keluarga besar istri Usup jadi marah. Polisi dilapori, dan ketika ada info kakek itu ngumpet ke Banten, segera dijemputnya ke sana.

Usup kuat banget ya, lari-lari sampai Banten segala. (LP/Gunarso TS)



Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Selasa, 25 Desember 2012

Keenakan, Istri Jadi Lupa

Keenakan, Istri Jadi Lupa
AKIBAT  terlanjur talak tiga, untuk bisa menikah lagi dengan bekas istri, si istri harus menikah dulu dengan lelaki lain. Rupanya Fitri, 35 (bukan nama sebenarnya), setelah punya suami “rekayasa” jadi keenakan, sehingga lupa untuk rujuk dengan suami dulu. Dadang, 40 (bukan nama sebenarnya),, yang merasa dibohongi, segera lapor polisi bahwa istrinya punya dua suami.

Talak adalah perbuatan halal yang dibenci Allah. Makanya, jika kepepet harus talak, cukup talak satu saja dulu, jangan diobral tiga sekaligus. Sebab siapa tahu ingin rujuk kembali. Bila sudah terlanjur jatuh talak tiga, jika ingin rujuk kembali, bekas istri harus nikah dulu dengan lelaki lain. Baru  nantinya bisa rujuk kembali pada suami pertama. Masalahnya, relakah suami bila istrinya terlanjur “diacak-acak” lelaki lain? Tapi begitulah memang ketentuan syariat.
Ini memang problem berat yang tengah disandang Dadang, warga Kampung Paseban, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Delapan belas tahun lalu dia menikah dengan Fitri, dengan keturunan tiga anak sebagai hasil kerjasama nirlaba. Awalnya, rumahtangga itu sungguh rukun dan damai. Keduanya nampak selalu mesra, ke mana-mana berdua.Apa lagi Cianjur kan terkenal hawanya dingin, jadi pasangan Dadang – Fitri selalu mencoba cari “kehangatan” malam.

Kehidupan memang selalu mengalami pasang surut, kadang susah kadang pula senang. Entah apa penyebabnya, mendadak keluarga sakinah yang mawadah wa rahmah itu belakangan selalu saling menyumpah. Ibarat koalisi sebuah partai, sudah tak bisa lagi didamaikan. Fitri – Dadang sepakat harus pecah kongsi. Saking jengkelnya Dadang mungkin, tanpa mempertimbangkan efek di belakang hari, langsung saja menjatuhkan talak tiga. Cerai, cerai dan cerai, titik!

Awalnya Dadang selalu optimis dengan status dudanya. Tapi ternyata, untuk menikah lagi tak ada perempuan yang mau jadi istri duda beranak tiga. Alasan mereka, enaknya nggak seberapa, harus ngurus tiga anak sekaligus. Enggak lah iyauwww. Dadang yang sudah berbulan-bulan “gencatan senjata”, jadi pusing 7 keliling. Terpaksalah dia menjilat ludahnya kembali. Maksudnya, pengin rujuk lagi dengan Fitri, kebetulan janda muda itu juga belum dioper pihak ketiga.

Hanya saja, tak semudah itu untuk bisa rujuk lagi. Pasalnya, tempo hari talaknya sudah jatuh 3 sekaligus. Kata ustadz tetangganya, mereka bisa nikah kembali asalkan sudah diseling dengan perkawinan dengan lelaki lain. Maksudnya, Fitri harus menikah dulu dengan pria lain, dan setelah itu silakan cerai untuk bisa menikah lagi dengan Dadang. “Tapi kamu rela nggak? Soalnya mana ada lelaki punya sepeda baru tak mau nyemplak barang sekali….,” kata ustdaz bertamsil ibarat.

Amat berat sebetulnya. Tapi daripada “gencatan senjata” sepanjang masa, Dadang terpaksa merelakan Fitri nikah dulu dengan lelaki lain, meski itu sekedar rekayasa.  Engkus, 34, yang ditawari jadi suami sementara, langsung saja mau, karena Fitri juga masih enak digoyang dan perlu. Dan karena memang sudah jadi haknya, setelah akad nikah selesai, malamnya “sepeda” baru merk Fingres eh Fitri itu dijajal ke sana kemari meski tanpa lampu.

Yang bikin Dadang kesal, sudah 2 bulan Fitri – Engkus jadi suami istri, tapi kok tidak cerai-cerai juga? Sedangkan Fitri, karena keenakan punya suami baru yang lebih muda dan perkasa, jadi lupa pada konsensus. Setiap ditagih selalu menjawab entar-entar melulu. Kesal Fitri melakukan perbuatan wanpretasi (ingkar janji), Dadang terpaksa melaporkan istri baru Engkus tersebut sebagai punya dua suami. Dan karena laporan itu pula, akhirnya Fitri kini disidangkan di PN Cianjur.

Umur lebih muda, tentu saja Engkus rosa-rosa macam Mbah Marijan. (PR/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Senin, 24 Desember 2012

“Fatwa” Gila Ayah Tiri

“Fatwa” Gila Ayah Tiri
SURIP, 56 (bukan nama sebenarnya), memang kurang ajar. Lihat anak tiri, Jimah, 17(bukan nama sebenarnya), diperkosa orang, bukan marah malah ikut pula nimbrung. Paling celaka, bukan MUI bukan ustadz, berani-beraninya dia bikin “fatwa”. Katanya, anak tiri dan ayah tiri berhubungan intim tidak dosa, wong statusnya ayah dan anak. Gara-gara itu dia jadi urusan polisi.

Ini memang kisah paling ironis sepanjang sejarah kota Surabaya. Sebagai ayah tiri, seorang suami harus juga menyayangi anak bawaan istri. Sebab kalau sudah cinta sama emaknya, juga harus siap menjadi ayah buat anak-anak tirinya. Jika emak digoyang anak ditendang, ini namanya lelaki egois yang tak perlu hidup di  negeri Pancasila.

Terserbutlah gadis Jimah, tinggal di kampung Wonosari Lor, Surabaya. Dalam kondisi normal, gadis seusia dia mustinya sudah duduk di bangku SMA. Tapi karena orangtuanya keluarga miskin, Jimah harus nrimo hanya lulus SD saja. Selanjutnya, sehari-hari dia jadilah gadis penganggur, yang hanya jadi kanca ngliwet bagi orangtuanya.

Ilmu pengetahuan Jimah memang sangat terbatas, karena minimnya pendidikan. Namun demikian dia memiliki kelebihan lain, bodi yang seksi dan wajah cantik. Nah, ini yang bikin banyak lelaki kontak pendulumnya mana kala lihat Jimah. Bagi yang bakat berpikiran kotor, otomatis langsung berkhayal: “Jimah memang enak dijimak….,” ujar para hidung belang-wan.

Anehnya, Surip yang kapasitasnya sebagai ayah tiri Jimah, nafsu juga melihat penampilan putri bawaan istri itu. Tapi untuk mulai, penjual sate gule kambing ini tak berani. Soalnya ya itu tadi, dia ingat akan statusnya sebagai ayah daripada anak bawaan istri itu tadi. Walhasil, meski tiap hari Jimah nampak ngalela ing mata (tampak nyata), dia tak berani memulai. Jadi macam Capres muda 2014, semua takut kuwalat sama capres gaek.

Tiba-tiba terbetik kabar bahwa Jimah baru saja dijimak paksa oleh Ngadikin, 28, pedagang es kacang ijo keliling, yang juga tetangga sendiri. Celakanya, Surip bukan marah dan membela putrinya, tapi justru berpikir: lho, saya kok kalah dengan Ngadikin. Masak tukang gule kalah dengan tukang es. “Kalau tukang es saja bisa, saya yang tukang gule mesti bisa juga dong!” begitu ujarnya.

Ihtiar dan pendekatan pun dilakukan. Pura-puranya Surip ikut prihatin dan bisa memahami penderitaan Jimah, persis niru gayanya pejabat. Tapi ujung-ujungnya, dia mulai meraba-raba bagian sensitip di tubuh Jimah. Dalam profesi sehari-hari, Surip pegang-pegang susu kambing tak masalah, karena memang mau dibuat sate. Lha kalau terhadap anak sendiri juga begitu, apa bukan edan namanya?

Kelakuan ayah tirinya tersebut tentu saja ditolak. Tapi Surip pantang menyerah, dengan bikin “fatwa” bahwa ayah tiri berhubungan intim dengan anak tirinya sendiri tak berdosa. Belum juga Jimah memberikan keputusan, tukang sate itu sudah keburu menggarapnya. Gila nggak, dalam seminggu tukang es membentuk setgab koalisi dengan tukang sate untuk pemenuhan hasrat asmara.

Aksi mesum tukang sate dan tukang es yang bertetangga itu akhirnya dilaporkan ibu Jimah ke Polrestabes Surabaya. Namun dalam pemeriksaan, Surip membantah telah ikut memperkosa Jimah. Yang dilakukan katanya hanya sekedar megang-megang saja, karena dirinya impoten. Tapi  Jimah selaku saksi korban membantah keterangan ayah tirinya. Dia mengaku bahwa benar-benar diperkosa untuk kedua kalinya setelah tukang es kacang ijo.

Tukang es ijo juga matanya lihat gadis cantik. (TJ/Gunarso TS)
 
Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Minggu, 23 Desember 2012

Facebook Berujung Tabok

Facebook Berujung Tabok
ASYIKNYA  main facebook di internet, banyak yang jadi lupa pekerjaan. Tapi kalau gara-gara facebook lalu kena tabok, di mana asyiknya? Kisah kelabu ini harus ditelan Ugik, 29 (bukan nama sebenarnya), karena piranti jejaring sosial itu digunakan untuk merayu-rayu bini orang. Saat Muhyi, 29 (bukan nama sebenarnya), tak terima istrinya diganggu sahabat, tinju pun bicara.

Tehnologi internet memang menjanjikan sejuta kemudahan. Lewat email, orang bisa berkirim surat dan data dengan cepat, tak perlu menunggu berhari-hari macam lewat pos konvensional. Lewat faceebook pula orang bisa melacak keberadaan teman lama yang sudah puluhan tahun tidak bersua. Tapi gara-gara email, facebook yang salah guna, rumahtangga orang bisa juga jadi ribut. Bahkan pernah terjadi, nagih utang lewat facebook, tentu saja yang ditagih jadi marah karena dipermalukan pada orang sedunia.

Ini pula yang dialami Ugik warga Desa Sumberwedi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan (Jatim). Piranti canggih jejaring sosial itu justru disalahgunakan untuk merayu-rayu Wiwid, 25 (bukan nama sebenarnya), istri Muhyi yang sebenarnya juga sahabat sendiri. Atau memang sudah menjadi tabiat umum bahwa demi urusan perempuan, soal persahabatan jadi nomer kesekian, karena yang penting kenikmatan?

Keakraban Ugik – Muhyi sudah lama terjalin. Namun celaka tiga belas, seringnya Ugik main ke rumah Muhyi, ternyata bukan karena kangen pada sahabat lama, tapi sekedar ingin bisa bercanda ria dengan Wiwid bini Muhyi yang memang lumayan cantik. Semula Muhyi tak tahu isi jeroan dan kolor Ugik sebenarnya. Dia baru sadar ketika suatu saat menemukan SMS rayuan Ugik mampir di HP istrinya.

Agar tidak kebacut (kebablasan), Muhyi menegur baik-baik sahabatnya itu, agar hal itu jangan diulangi lagi. Saat itu Ugik sudah minta maaf dan berjanji takkan melakukannya kembali. Eh, ternyata itu hanya sekedar orasi murahan. Soalnya, dilarang merayu lewat HP, kini ganti jalur melalui jejaring internet. Tahu bahwa Wiwit punya email dan FB, hampir setiap hari kembali Ugik merayu-rayu bini teman.

Heran benar Muhyi. Sepertinya Ugik ini kok jadi macam partai anggota Setgab Koalisi saja. Katanya mendukung Muhyi, tapi di dalam malah nyepak dan menjegal. Istri sendiri juga dipertanyakan, kenapa ada intervensi asing dalam rumahtangganya, tidak melaporkan kepada pihak terkait? Wiwid pun beralasan, sebenarnya ingin juga lapor suami, tapi takutnya malah jadi pertikaian. “Saya malu, kalau sampeyan jadi ribut dengan Ugik gara-gara rebutan saya,” kilah Wiwid.

Agak masuk akal juga alasan istri. Tapi di sisi lain, Muhyi jadi semakin cemburu. Jangan-jangan, Wiwid sengaja diam dan terjadi pembiaran, karena dia menikmati permainan Ugik. Itu artinya, Wiwid sengaja telah menduakan cintanya. Atau malah, selama ini mereka bukan sekedar berkoalisi, tapi juga pernah “eksekusi”, hanya saja Muhyi belum pernah memergoki.

Ya ampuuuun, Muhyi sungguh tak bisa membayangkan bila hal itu benar-benar terjadi. Saking cemburunya, beberapa hari lalu dia langsung mencari Ugik ke rumahnya. Tanpa ba bi bu lagi tuan rumah yang banyak gairah itu digebuki hingga babak belur. Tentu saja Ugik tak terima penganiayaan ini, sehingga kasus main hakim sendiri tersebut dilaporkan ke Polres Lamongan. “Saya kan cuma main di facebook, kenapa dia main tabok?” protes Ugik di depan petugas, seakan mencari pembenaran.

Ugik maunya main di ranjang to? Enak amat! (HS/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Sabtu, 22 Desember 2012

Berlomba Dalam Kemesuman

Berlomba Dalam Kemesuman
Apa dosa yang pernah diperbuat Maya, 18 (bukan nama sebenarnya), sehingga nasibnya menjadi demikian buruk? Sementara orang berlomba dalam kebajikan, keluarganya justru berlomba dalam kemesuman. Bayangkan, dalam usia semuda itu, Maya sudah disetubuhi oleh kekasih, paman dan ayah kandung sendiri. Ediaaaaan!
 
Tanda-tanda kiamat rupanya semakin mendekat. Bukan saja rumah tembok semakin banyak, tapi orang muka tembok juga semakin berjibun. Bagaimana tidak, hubungan inses kan dilarang agama, tapi kini sudah banyak dilakukan. Kakak nimpa adiknya, paman nubruk ponakan. Bahkan di Sukoharjo (Jateng), ayah kandung, paman dan kekasih menyetubuhi seorang gadis. Benar-benar mereka hewan yang bercelana.

Inses ala Sukoharjo ini bermula dari keinginan Maya untuk memiliki sepeda motor tanpa mempedulikan kemampuan orangtua. Tiap hari gadis dari Desa Jombor, Kecamatan Bendosari ini nggereng genteng (merengek) minta dibelikan motor baru. Barjo, 43, selaku ayahnya lama-lama risih juga dengar tuntutan putrinya. Lalu dia curhat pada adiknya, Darmo, 37(bukan nama sebenarnya), yang strata ekonominya lebih lumayan. “Aku gelem nukokke, ning Maya tak ngenekke entuk pora (saya mau belikan, tapi saya gituin boleh tidak),” kata Darmo tanpa malu-malu.

Ketika melihat bahasa isyarat ibu jari yang diselipkan ke pada kedua jari, Barjo mafhum akan maksud adiknya. Ternyata dia tidak marah, bahkan menyerahkan pada Darmo untuk melobi sendiri. Jadilah kakak beradik terkutuk itu mendatangi Maya dan menyampaikan sarat-sarat untuk memperoleh sepeda motor baru. Ternyata sama gilanya. Hanya karena ingin bisa numpak motor, Maya rela ditumpaki paman sendiri.

Acara mesum perdana itu pun digelar, saat motor baru berhasil dimiliki Maya. Pertama kali dilakukan Darmo pada bulan April 2011 tepat pukul 24.00. Bulan Mei berikutnya, Maya kembali disetubuhi Darmo sebanyak tiga kali, yakni pukul 11.00 siang dua kali dan pukul 24.00 sekali. Itu belum puas juga. Pada bulan Juni berikutnya kembali lelaki biadab itu menjadikan ponakan buat penak-penakan. Maya tak pernah menolak, karena ternyata mengasyikkan juga.

Herannya, aksi mesum itu diceritakan juga oleh Darmo pada Barjo kakaknya. Tapi ternyata, bapak ini sudah berhati iblis. Bukan sedih dan prihatin, malah jadi ikut-ikutan tergerak nafsunya. Di suatu malam, dia berhasil dapat “jatah” dari Maya yang merupakan produknya sendiri. Celakanya, saat mau nambah istrinya memegoki, sehingga urung dilaksanakan. Tapi ironisnya, Ny. Lastri, 40 (bukan nama sebenarnya), memendam saja skandal suami dan anaknya.

Aksi mesum gila-gilaaan ini baru terungkap justru ketika Maya diajak kekasihnya, Wondo, 23(bukan nama sebenarnya), ke rumahnya, di Mbaki. Nah, di sinilah untuk kesekian kalinya Maya jadi korban kebuasan kaum Adam. Wondo meski baru kali pertama menggarap sang kekasih, merasakan betapa semuanya “lancar-lancar” saja, tanpa hambatan sama sekali. “Ah, ternyata kamu sudah nggak perawan ya?” protes Wondo.

Yang protes memang hanya Wondo. Tapi ketika kasus ini tercium oleh Ny. Lastri, dia segera melaporkan Wondo ke Polsek Bendosari. Dalam pemeriksaan jadi terungkap bahwa kekasih Maya sekedar jadi “generasi penerus”. Lalu siapa pionirnya? Maya pun kemudian menyebut nama Darmo dan ayahnya sendiri. Sambil geleng-geleng kepala tentunya, petugas polisi langsung menggelandang Darmo – Barjo ke sel tahanan.

Untungnya, “kambing bandot” macam Darmo – Barjo nggak sampai dibuat korban. (SP/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Jumat, 21 Desember 2012

Buronan “Laris Manis”

Buronan “Laris Manis”
Andri, 25 (bukan nama sebenarnya), jadi buronan polisi karena pemalsuan dokumen pernikahan. Namun ternyata, selama dalam pengejaran dia sempat pacaran dan siap menikah lagi  dengan wanita lain, menggunakan dokumen palsu pula. Untung sebelum naik pelaminan ketiga kalinya, polisi Polres Jember berhasil membekuknya.
 
Tertarik dengan makhluk lain jenis, itu wajar. Tapi jika sudah punya istri masih tertarik dengan wanita lain lagi, itu namanya kurang ajar. Jika semua wanita cantik maunya dikawini, mau berapa istri sepanjang hidupnya. Taruhlah mampu materil, tapi onderdil? Atau kuwat di onderdil, mampukah materil? Masalahnya, jarang lelaki yang kuat materil dan onderdil, kecuali Mbah Maridjan alm.

Istri Andri warga Desa Tegalrejo Kecamatan Mayang Jember (Jawa Timur), tak ada dua atau tiga, hanya siji thil (satu saja) yakni  Martini, 22 (bukan nama sebenarnya). Karena tinggal di kampung tak ada jaminan masa depan, setahun lalu dia merantau ke Kalimantan. Namanya keluarga muda, Andri tak betah lama-lama jauh dari istri. Beberapa minggu lalu dia pulang ke kampung, dengan membawa sejumlah uang tentunya. Ada benggol ada bonggol, ranjang pun kembali bergoyang.

Ketika keuangan sudah nipis, Martini minta suami untuk kembali cari uang di Kalimantan. Tapi kata Andri, itu tidak mudah, karena dia memang sudah keluar dari perusahaan itu. Bahkan katanya, biar makan batu di kampung sendiri, dia rela asalkan tetap dekat dengan istri tercinta. “Ah gombal…..,” kata Martini. Cinta, cinta, memangnya cinta bisa dinikmati dengan perut kosong?

Andri sudah didorong-dorong, agar kembali mencari pekerjaan, kalau perlu jadi TKI di Timur Tengah. Kalau lelaki kan tak mungkin diperkosa orang di sana, sehingga kemungkinan dipancung sangat kecil. Tapi Andri tetap menggeleng, sehingga saking kesalnya Martini, suami itu diusir dari rumah. Semua pakaian suami dimasukkan ke tas bawaan dari Kalimantan, dan disurut minggat hari itu juga. “Minggata wae sampeyan, tinimbang nyepeti mripat (minggat saja daripada bikin sakit mata),” ujar istrinya.

Hari itu juga Andri tinggalkan rumah mertua. Sebagai lelaki normal, lagi-lagi dia tak sanggup terlalu lama “jauh” dari bini. Maka saat kenal dengan gadis Watik, 20, dari Desa Sidomukti, dia mengaku bujang dan siap menikahi. Entah bagaimana caranya, Andri berhasil mendapatkan KTP baru dari Desa Pace Kecamatan Silo, dengan status bujangan. Dengan KTP aspal itu pula dia berhasil diprose di KUA dan siap menikahi Watik.

Akan tetapi sial rupanya buat Andri. Rencana perkawinan itu terdengar oleh Martini, sehingga menjelang akad nikah berlangsung istri perdana itu muncul. “Interupsi bapak penghulu, Andri itu masih suami saya sah, ini buktinya…,” begitu kira-kira kata Martini. Periksa punya periksa, dicocokkan dengan dokumen lama, ternyata memang betul. Walhasil Andri batal nikah, bahkan polisi Polsek Mayang segera menggelandangnya ke kantor polisi.

Yang lazim, jadi urusan polisi langsung lunglai. Tapi Andri tidak, dengan alasan kencing dia bisa kabur dari Polsek dan berpetualang lagi. Beberapa hari berikutnya dia berhasil ditangkap lagi  di Jalan Kalimantan Sumbersari. Yang menarik, di kampung ini Andri juga sudah mempersiapkan perkawinannya dengan gadis lain. “Kalau bapak tidak tangkap, minggu depan mesthinya saya nikah dengan Trimi,” kata Andri tanpa beban.

Urusanmu lah itu, yang penting sekarang ngaso dulu di Polsek. (HS/Gunarso TS)


Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Kamis, 20 Desember 2012

Selingkuh Depan Bulik

Selingkuh Depan Bulik
AGAKNYA  Rudi, 27 (bukan nama sebenarnya), benar-benar peselingkuh berdarah dingin. Bayangkan, di depan bulik daripada istrinya, masih jalan terus juga. Ketika ditakut-takuti mau dilaporkan polisi, eh malah menantang. Walhasil Bulik Marinah, 48 (bukan nama sebenarnya), pun jadi tega, sehingga Rudi yang guru SD itu digerebek hamba wet bersama rekanan mesumnya.

Tindak selingkuh adalah pengkhianatan perkawinan, makanya dilarang agama dan negara. Tapi karena asmara di bawah tanah itu konon mengasyikkan, banyak pelaku yang tak kenal jera. Sanksi hukum dan agama, tak digubris. Mereka mencari pembenaran, asalkan takl ketahuan ya nggak apa-apa. Bukankah selingkuh itu kan kepanjangan: selingan indah keluarga (tetap) utuh?

Itu kan teorinya kaum praktisi selingkuh. Bagi pihak wanita yang dikhianati cintanya, termasuk kerabat dekatnya, musti sakit hati demi memergoki lelaki mbagusi macam Rudi dari Probolinggo (Jatim) ini. Karena dingatkan malah makin nekad, maka benar-benar ponakan yang tengah penak-penakan itu dilaporkan Ny. Marinah ke polisi Polsek Kademangan. “Kapokmu kapan (tahu rasa),” kata perempuan setengah baya itu menyaksikan suami daripada ponakannya, Indah, 24 (bukan nama sebenarnya), digelandang polisi.

Keluarga Rudi – Indah dibangun baru 2 tahun lalu. Tapi sependek itu usia perkawinan mereka, pihak lelaki sudah dilanda kejenuhan. Padahal sebenarnya istri Rudi juga cukup cantik, tapi karena sifat lelaki itu pembosan, Rudi bosan setiap hari dikasih rawon melulu. Ibarat menu makanan, maunya Rudi berganti-ganti, gitu. Hari ini rawon, besok lodeh, besuknya lagi opor ayam, begitu terus yang penting empat sehat lima sempurna.

Anak muda dari Kademangan ini pekerjaan sehari-harinya menjadi guru SD, sebuah profesi yang sangat dihormati, lebih dari presiden. Bagaimana tidak? Untuk menjadi guru SD, kini minimal berijasah S1, meski hanya mengatur 40 anak dalam kelas. Sedangkan presiden yang harus mengatur 237 juta rakyat Indonesia, malah cukup berijasah SMA juga nggak apa-apa. Hebat kan? Dan terbukti kan? Kita pernah punya presiden lholhak-lholhok gara-gara hanya lulusan SMA.

Harusnya, dengan profesi itu Rudi bisa bertindak terukur, karena dia jadi sorotan masyarakat sekitar. Yang terjadi malah sebaliknya. Ketika ada cewek kenalan baru yang lebih muda nan renyah, Hesti, 18, serta merta dipacari. Dia lupa bahwa di rumah sudah ada istri, Rudi juga tak peduli bahwa perbuatan itu bakal merusak citra dirinya sebagai seorang pendidik. “Ah, asal nggak ketahuan nggak apa-apa,” begitu tekadnya.

Asmara bawah tanah antara Rudi dengan Hesti terus berlanjut. Di sebuah rumah kost Jalan Abdurahman Wahid, siang-siang dia nekad bermesraan bak suami istri saja. Warga yang tahu siapa lelaki itu, kemudian menghubungi Ny. Marinah yang kebetulan bulik daripada istri Rudi. Maksudnya, biar pak guru ini malu. Ternyata justru kebalikannya. Saat Ny. Marinah datang, mereka malah berkunci kamar. Ketika diancam mau dipanggilkan polisi, Rudi malah menantang, panggilkan saja, siapa takut?

Ya sudah, Ny. Marinah benar-benar menghubungi polisi Polsek Kademangan. Allaaaa…, katanya nggak takut. Padahal ketika polisi tiba dan mengeler (menyeret) mereka ke Polsek, Rudi tampak lunglai dan berkeringat dingin. Menyaksikan suaminya kepergok selingkuh dengan wanita lain, Ny. Indah pun menjerit histeris. “Penjarakan saja Pak suamiku, biar kapok dia….,” ratap Indah karena tak tahan lihat kelakuan suami.

Untuk cerai, kira-kira ada wacana nggak? (HS/Gunarso TS)



Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Rabu, 19 Desember 2012

Suami Royal Gebukan

Suami Royal Gebukan
SUAMI royal memberi uang, itu dambaan setiap istri. Tapi kalau hanya royal memberi pukulan, amit-amit deh! Suka atau tidak, itulah lakon yang dialami Tursiyah, 26 (bukan nama sebenarnya), warga Surabaya. Gara-gara sering digebuki suaminya yang penganggur, dia kemudian berpaling dengan lelaki lain. Tapi akibatnya, kembali di tubuhnya banjir gebuk. Remuk deh!

Istri selalu mendambakan suami yang dermawan dalam hal uang. Amplop gaji bulanan tak diberi mau saja, asalkan selalu dipasok duit setiap hari, setiap minta selalu diberi. Bahkan tanpa diminta pun selalu dipasok. Namun ada juga wanita yang “blo’on”, dikiranya jadi istri itu tugasnya hanya ngurus suami berupa masak, mencuci baju-bajunya, lalu diberi uang. Eh, nggak tahunya, tiap malam digituin juga!

Tursiyah ternyata perempuan seperti itu. Bersuamikan Handoko, 28 (bukan nama sebenarnya), dia membayangkan akan selalu diberi uang, seperti halnya ketika pacaran dulu. Padahal, justru setelah jadi suami istri, dia jarang diberi uang karena Handoko ternyata tak punya penghasilan tetap. Bahkan belakangan, dia menjadi penganggur tulen. Tiap hari hanya di rumah saja, dan otomatis, karena banyak waktu luang, tiap hari Handoko “minta” melulu.

Istri cap apapun pastilah bosen punya suami macam begitu. Untuk mengasapi dapur Tursiyah lalu bekerja sebagai detailer obat dari pabrik farmasi. Tiap hari keluar masuk kamar dokter praktek, menjajakan obat agar diresepkan pak dokter pada pasiennya. Dari kegiatan ini kemudian Tursiyah kenal dengan dokter muda. Lupa pada suaminya yang cengkiling (suka memukul), dia pun menanggapi aspirasi urusan bawah sang dokter.

Asmara detailer – dokter ini terus berlanjut. Pacaran dengan dokter musti tahu konsekuensinya. Karena dia punya jarum suntik yang tidak sekali pakai, Tursiyah pun harus siap “disuntik” pak dokter tersebut. Kebetulan penyakit miskin detailer ini belum begitu parah, sehingga dia hanya “disuntik” seminggu 3 kali, tanpa diberi resep. Kalaupun menulis resep, isinya justru aneh. Kalimatnya: jangan bilang-bilang suamimu! Nggak tahulah, bilang dan suamimu itu apa termasuk obat generik?

Ternyata istri Handoko ini memang bukan praktisi selingkuh yang baik. Maksudnya, tidak bisa mengelola menejemen asmara bawah tanah itu secara rapi. Karena sering pergi hingga larut malam, bahkan tak pulang, suaminya menjadi curiga. Alasannya menginap di rumah famili. Awalnya Handoko percaya saja. Tapi diam-diam dia rajin menghubungi sejumlah famili yang suka disebut-sebut Tursiyah. Dia mau mencari kebenaran dari informasi sang istri.

Ini hal yang sama sekali di luar perhitungan Tursiyah. Maka ketika kemarin malam dia tak pulang, kembali Handoko menginterogasinya. Dengan tangkas Tursiyah menyebutkan bahwa malam itu dia menginap di rumah buliknya. Langsung saja Handoko menukas: bohong! Sebab dia sudah menelpon beliau bahwa Tursiyah tidak ada di rumahnya. Kontan Tursiyah pucat pasi dan menundukkan kepalanya. “Oh, oh, kamu ketahuan…….!” kata Handoko menirukan lagunya band Mata.

Kemudian Tursiyah menyebut nama orangtuanya. Tapi lagi-lagi Handoko membantah, karena semua jaringan sudah dia cek satu persatu. Suami pun kemudian minta agar istri berterus terang ke mana saja selama ini. Karena memang kencanan dengan PIL-nya, mana mungkin dia mau mengaku. Handoko pun jadi kesal. Istri yang dikawini 3 tahun lalu itu ditempeleng berulang kali dan dibentur-benturkan ke tembok. Dia menjerit-jerit minta tolong, tapi tetangga di Kapas Madya, Tambaksari, acuh saja karena terlalu seringnya mereka ribut.

Akhirnya, dengan wajah simpang siur Tursiyah mengadu ke Polsek Tambaksari, dengan mengusung pasal KDRT. Dalam pemeriksaan dia mengakui, terpaksa selingkuh karena tak memperoleh kedamaian dalam rumahtangga. Suaminya yang pengangguran itu hanya rajin memberi gebuk, bukannya uang. “Untuk bisa makan saya terpaksa jadi sales obat ke tempat dokter-dokter praktek….,” kata Tursiyah.

Hasilnya, disuntik pak dokter, jussss…..! (HS/Gunarso TS)
 
Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Selasa, 18 Desember 2012

Urusan Di Bawah Perut

Urusan Di Bawah Perut
PAMITNYA untuk urusan keluarga, tak tahunya justru untuk urusan di bawah perut bersama PIL. Inilah lakon yang digelar Ny. Ninik, 39 (bukan nama sebenarnya), warga Siak, Propinsi Riau. Saking malunya digerebek suami sedang kelonan dengan lelaki lain, Ninik hanya tertunduk lesu dengan keringat dingin bercucuran.

Bahwa istri harus pamit suami ke mana saja pergi, ini sudah menjadi etika rumah tangga. Namun meski pamit, belum tentu juga pada kondisi sebenarnya. Pamitnya ke sana, ternyata ke sini, itu sudah bagian dari ketidak jujuran. Dan Ny. Ninik istri Harmin, 40 (bukan nama sebenarnya), yang PNS di Siak, dengan sadar melakukannya. Katanya pergi ke Pekanbaru untuk urusan keluarga, eh tidak tahunya malah kelonan dengan Pria Idaman Lain di hotel.

Agaknya Ninik ini bagian dari umat yang tidak pandai bersyukur di muka bumi. Punya suami PNS, pintar cari duit lagi, kok tak juga berterima kasih. Tampang sedikit jelek nggak apa, tapi kan bisa memanjakan istri. Minta apa saja diberi, karena Harmin memang bisa mewujudkanya. Apa lagi dia pernah bilang, Ninik jadi istrinya tak perlu capek, yang penting cukup mamah (makan) dan siap mlumah (telentang) kapan saja.

Tapi ternyata Ninik tak bisa jika hidup hanya pelayanan seks suami. Dia ingin suami yang bisa memahami kebutuhannya, bisa jadi teman curhat, pengayoman. Sedang Harmin, setelah dilayani di ranjang langsung tidur mendengkur, bikin peta Ilmu Bumi lagi. Walhasil, dia menjadi jenuh jadi ratu rumahtangganya Harmin yang PNS sukses itu.

Lalu sekali waktu Ninik berkenalan dengan lelaki Hasan, 40 (bukan nama sebenarnya), yang sungguh tipe idealnya. Dia bisa memahami dan mengerti kebutuhan wanita. Maka beberapa minggu kenal dengan Hasan, dia langsung terpesona, kemudian bertekuk lutut dan berbuka paha. Wah, ternyata lelaki ini memang yang sangat dibutuhkan selama ini, tapi kenapa datangnya terlambat? Kenapa Tuhan tak mempertemukan ketika dirinya masih single, belum longset seperti sekarang ini?

Meski dosa, Ninik terus mencoba menebus kekalahannya di masa lalu. Dia selalu mencuri-curi waktu agar bisa berkencan bersama sang PIL. Dia pun mulai pintar bikin alasan ke sana kemari, padahal sebetulnya  justru sedang kencan dengan gendakannya. Dan karena terlalu seringnya jalan serong, warga lama-lama ada yang mencium gelagat buruk itu. Laporan pun sampai ke telinga Harmin.

Awalnya Harmin tak percaya kabar miring itu. Tapi ketika semakin sering dan ifo miring juga terus berlanjut, beberapa hari lalu dia mencona membuntuti istri. Saat Ninik pamitan urusan keluarga ke Pakan Baru, diam-diam dia membuntutinya. Lho kok ternyata Ninik masuk hotel di Jalan Jendral Sudirman? Segera saja dia minta tolong petugas hotel untuk bisa masuk kamar yang diboking istrinya. “Saya suaminya,” kata Harmin sambil tunjukkan surat nikah.

Benar juga, ketika kamar itu dibuka Ninik kedapatan sedang tidur berdua dengan PIL-nya. Entah baru pemanasan, atau sudah selesai. Yang pasti Ninik menjadi pucat pasi, karena aksi mesumnya dipergoki suami. Hari itu juga dia bersama PIL-nya dilaporkan ke Polres Pakanbaru.

Pasalnya apa ya? Pencurian benda yang bisa bergerak-gerak?  (EP/Gunarso TS)
 
Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE

Senin, 17 Desember 2012

Anak Bantuan Tetangga

Anak Bantuan Tetangga
Tetangga bantu memasak, itu masih wajar.  Tetapi jika tetangga bantu bikin anak, wah ini kurang ajar! Dan inilah lakon Hendri,  35 (bukan nama sebenarnya), warga Palembang. Dia dilaporkan Joko, 30 (bukan nama sebenarnya), tetangganya sendiri karena telah menyelingkuhi istrinya, Ida, 29 (bukan nama sebenarnya), hingga hamil 3 bulan.
 
Rasa memiliki atau sense of belonging, selalu disuarakan para penganjur kebajikan. Jika karyawan ikut merasa memiliki perusahaan, pasti terdorong untuk berprestasi demi kemajuan usaha. Jika rakyat merasa ikut memiliki negara, pasti dia takkan korupsi, karena dengan korupsi berarti membunuh negerinya sendiri. Tapi jika seorang lelaki punya “sense of belonging” pada bini tetangga sendiri, bukan istri pun dibawa ke hotel dan digauli.

Itulah kelakuan Hendri, warga Desa Banyu Urip Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin, Palembang. Meski dia sebenarnya juga sudah punya pasangan sendiri, tapi karena barang baru milik tetangga jauh lebih menggoda, ya disosor saja. Dan jadilah dia “sosor-sosoran” dengan Ida, tetangga sebelah rumah, sampai kemudian hamil 3 bulan. Joko yang tak menyadari bahwa selama ini kemasukan modal asing, hanya bisa geleng-geleng kepala.

Istri Joko memang cantik dilihat secara kacamata umum. Tapi seperti lazimnya, meski cantik jika sudah milik sendiri menjadi biasa saja. Dulu waktu berjuang untuk mendapatkannya, berbagai cara dan kiat dicoba, bagaimana agar si doi bertekuk lutut dan kemudian berbuka paha. Tapi setelah berhasil jadi miliknya, segala perhatian yang dulu selalu ditunjukkan, menjadi sirna. Kini semua jadi biasa, dulu “setrom”-nya masih 240 volt, kini sudah turun hanya 110 macam PLN jaman Bung Karno.

Ida tipe perempuan yang ingin selalu dipuja dan dimanja. Sedangkan Joko, karena kesibukan kerja, tidak lagi memberikannya. Maka meski sudah berumahtangga satu pelita, anak hanya satu melulu, tidak pernah nambah. Maklum, ladang milik istri yang subur bebas gambut itu memang sudah jarang dicangkul. Jadi ya mirip kaveling terlantar, karena pemiliknya di luar kota.

Adalah Hendri, tetangga dekat keluarga Hendri. Dari kacamata lelakinya dia tahu bahwa Ida yang cantik ini kurang memperoleh kasih sayang suami. Sebagai tetangga yang cukup tinggi “sense of belonging”-nya, dia merasa sayang bila ladang bebas gambut itu tak pernah dicangkul. Dia mulai menawarkan sinyal-sinyal asmara yang nyambung terus, dan ternyata Ida dengan cepat bisa menangkapnya.

Diam-diam Ida – Hendri mencoba berkoalisi. Karena platform politik asmaranya sama, keduanya segera mencoba eksekusi di sebuah hotel di Palembang. Oiii…., endah nian! Hendri lupa pada istrinya, dan Ida juga lupa pada Joko yang telah lima tahun jadi pendamping hidupnya. Kelanjutannya, Ida tidak lagi fokus pada keluarga, tapi fokus pada aksi mesumnya. Di rumah kerjanya marah-marah melulu, bahkan belum lama ini nekad menyobek-nyobek surat nikahnya.

Curiga bahwa istrinya ada apa-apa, Joko membawa Ida ke sesepuh desa didampingi Pak RT. Dari hasil “uji materi” non MK tersebut, diketahui bahwa Ida memang tidak bahagia dalam rumahtangganya. “Saya selama ini memang selingkuh, dan janin di perutku adalah hasilnya,” kata Ida tanpa tedeng aling-aling. Lalu siapa rekan kerjasama nirlaba tersebut? Lagi-lagi tanpa malu-malu Ida menyebut nama Hendri tetangganya.

Wah, bagaimana Joko tidak terpana dan kemudian geleng-geleng kepala. Tetangga ikut bantu memasak, itu masih wajar. Tapi kalau bikin anak juga dibantuin, wah ini jelas kurang ajar. Maka hari itu juga dia mengadukan Hendri ke Mapolsek Sukaramai, Palembang.

Ibarat partai, rumahtangga tak boleh kemasukan “modal” asing. (SP/Gunarso TS)
 
Source : POSKOTAnews.com

============================

Produk CNI adalah “Produk Kualitas Menengah Atas, Harga Menengah Bawah”    

Untuk info & Pemesanan :  
HUB : MUHAMAD IPANGO  
Telp / Hp : 021-7816369 / 0815 2363 9145 / 0816 160 5367


  Kunjungi kami di :
TOKO SEHAT ONLINE